SMAK Fides

SMAK Fides (Foto: Istimewa)

Masa lalu adalah masa brilian yang membawa seribu rasa. Secepat waktu berputar, sekilas mata terjebak dalam suasana.cerita indah kami lalui, meski banyak dari kami gugur di medan FQI. Kami tetap tersenyum meski air mata membanjiri pipih. Keharmonisan kami adalah kekuatan kami.

Jeruji besi membuat banyak dari kami termakan waktu. Awal kami mengukir waktu, ribuan tantangan datang. hingga bagian dari kami hilang. selepas 25 mulai membuat rumus 12 angka tertinggal dalam otak. Di FQI kami sisipkan kenangan, meski sekarang detik detik untuk berpisah ada didepan mata.

Kami berperang melawan waktu, berjuang menanti sukses dikemudian hari adalah momen yang kami impikan. Masa lalu gugurkan air mata, sebab suka duka, pahit manisnya hidup dan semuanya kami lakukan selalu bersama sama. Masa lalu membawa banyak rasa, terkadang rasa lucu menghampiri, rasa tawa menjerit keceriaan.

Trik khusus kami rangkai meski kami bukanlah sang pemburu hati para wanita, Seribu taktik kami temukan solusi untuk menjawab betapa sulitnya soal Kami punya seribu wanita, wanita simpanan kami adalah buku. Dia selalu menjawab semua solusi ketika kami terjebak dalam kesunyian.

Ketika kami bernyanyi, bukan nada yang kami unggulkan, tapi kekompakan yang kami tampilkan. Ketika ejekan dilemparkan pada kami bukan amarah yang kami balas tapi senyum yang kami tawarkan.

Jadi ketika ada yang bilang kami jomblo, bukan simpati yang kami jawab, tapi simponi yang kami balas. Semua itu sudah digoreskan waktu, semua yang kami katakan hanyalah momen yang berakhir dalam sekejap. senandung kenangan terlewatkan, segelas kopi mengiringi kesunyian malam.

Meski hanya segelas, namun terasa nikmat jika dicicipi bersama. Dalam berisan waktu, senandung kopi menentukan kenikmatan rasa.

Saat segelas kopi mengiringi kebersamaan kami, kami percaya hitamnya kopi menglirkan indah kebersamaan, Saat waktu menipis, semakin sempit ruang kebersamaan kami di medan FQI. Namun Simponi masa lalu mengulang kenangan harmonis kami.

Saat perpisahan datang, bukan selamat jalan yang kami ucapkan, tapi semoga kita dapat berkumpul lagi, saat waktu kami bersama habis bukan janji yang kami pegang tapi harap yang kami ucap. Jadi saat kata mengakhir ucapan ini, bukan terima kasih yang kami berikan tapi senyum yang kami tampilkan.

Penulis: Dus Akoit

 

Tags: ,