“Buku adalah temanku. Disana Aku bertemu dengan orang-orang besar. Pikiran mereka menjadi pikiranku. Cita-cita mereka menjadi adalah pendirian dasarku.”  –              By Ir. Soekarno

 

Taman Baca Levico di SMAK Fides Quaerens Intellectum

SMAKFIDES.SCH.ID – Anda sering mendengar dan membaca ungkapan “Ketika saya tidak berjalan, saya duduk dan membaca.”

Anda tidak berjalan berarti anda tidak mempunyai kesibukan diluar, Karena itu anda memiliki kesempatan untuk duduk. Ketika anda duduk, anda dapat memilih kegiatan-kegitan yang baik dan menyenangkan seperti membaca.

Anda dapat membaca ketika sedang duduk didalam Bus, Kereta, Pesawat terbang dan didalam perahu atau Kapal. Anda juga dapat membaca saat duduk dibawah pohon, di rumah atau bahkan saat berada didalam WC.

SMAK Fides Quaerens Intellectum memiliki beberapa tempat nyaman untuk duduk. Ada pohon ASam, pohon Kesambi, pohon Kabesak. Juga ada lopo dan dua taman baca. Anda sunguh akan merasa nyaman untuk membaca disana.

“Buku adalah Gudang Ilmu.”

Anda juga sering mendengar “Buku adalah Gudang Ilmu.” Istilah ini tentu berbeda dari istilah Gudang makanan, Gudang peralatan atau Gudang senjata. Mengapa? Karena ilmu adalah kata benda abstrak. Namun ilmu juga memiliki kesamaan dengan makanan dan senjata. Gudang makanan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan bagi ketahanan pangan saat kelaparan sedangkan gundang senjata digunakan untuk menyimpan persenjataan bagi pertahanan negara saat ada penyerangan musuh.

Kita tahu bahwa ada pemikiran-pemikiran berupa ide, koncep, visi, misi, filsafat, hikmat, ilmu pengetahuan dan ketrampilan dari para cerdik-pandai adalah harta yang bagi pembangunan peradaban manusia.

Namun sebagian besar harta itu telah musnah ditelan jaman karena tidak ada tempat penyimpanannya.

Dunia perlu bersyukur dengan penemuan kertas; sebuah material tipis yang terbuat dari kulit kayu atau kain untuk menulis, mencetak atau mengambar sebuah hasil pemikiran. Hasil tulisan, cetakan atau gambar itu lalu dikumpulkan dan disatukan menjadi sebuah buku.

Ini berarti bahwa buku juga merupakan sebuah Gudang. Sama seperti membuka sebuah Gudang untuk mengambil sesuatu yang tersimpan didalamnya, kita juga dapat mengambil sebuah harta dengan membuka buku juga.  Buku adalah Gudang informasi, hikmat, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Memperhatikan gambaran tentang sebuah Gudang diatas, buku membutuhkan sebuah tempat representative untuk menyimpannya. Perpustakaan adalah Gudang buku.

Perpustakaan tidak hanya berfungsi untuk menyimpan buku saja. Tetapi, perpustakaan juga memiliki sejumlah koleksi buku dan system kerja yang menarik orang untuk mengunjunginya, membaca dan meminjam buku.

“Ketika Aku tidak berpikir, Buku berpikir untukku.”

Anda juga sering mendengar istilah “ketika aku tidak berpikir, buku berpikir untukku.” Buku tidak memiliki otak untuk berpikir, tetapi bagaimana buku berpikir untuk Anda? Soekarno, Bapak Proklamotor Bangsa Indonesia pada suatu kunjungan di sebuah pameran buku menulis pada buku tamu seperti ini “Buku adalah temanku. Disana Aku bertemu dengan orang-orang besar. Pikiran mereka menjadi pikiranku. Cita-cita mereka menjadi adalah pendirian dasarku.”

Buku memang tidak memiliki otak untuk berpikir, tetapi didalam buku anda dapat bertemu dengan orang-orang besar. Bagaimana bisa? Didalam buku, anda menemukan jutaan pemikiran dari ribuan pemikir. Mereka telah menjelma didalam pemikiran mereka yang tertuang dalam buku-buku yang and baca. Oleh sebab itu, anda tidak perlu panik jika anda memiliki kesulitan untuk menemukan sebuah pemikiran bagi sebuah pemecahan masalah. Anda hanya  disarankan untuk duduk dan membuka Gudang ilmu (buku) lalu anda duduk dan membacanya. Percaya atau tidak, anda dijamin akan menemukan jutaan pemikiran dari dalam buku-buku yang sedang dibaca anda.

Mari kunjungi perpustakaan dan jadikannya sebuah kebiasaan.

Pengerjaan Fondasi Perpustakaan SMAK Fides Quaerens Intellectum

 

 

Tags: , , ,